HOME ยป OPINI
OPINI
Kamis, 15 September 2016 , 10:49:00 WIB

Marah Lagi, Pak Jokowi Kesannya Sudah Kerja Tapi Bawahan Salah Terus







MBC. Presiden Joko Widodo marah terhadap masa bongkar muat barang (dwelling time) di beberapa pelabuhan seperti di Belawan, Medan masih belum bisa dipangkas.

Ini kali kedua Jokowi unjuk kemarahan saat  peresmian pengoperasian Terminal Petikemas Kalibaru, Tanjung Priok, Senin (13/9) lalu.

"Saya juga kalau jadi Presiden pasti marah tapi enggak kayak Joko Widodo marah sampai menunjukan kemarahannya di depan publik terkesan kalau dia itu sudah kerja tapi bawahannya yang salah terus," kritik Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono.

Sepatutnya, menurut dia, Jokowi bersikap lebih bijak karena untuk mencapai dwelling tim yang lebih singkat buruh sebuah kerja tim yang kompak lintas lembaga dan departemen.

"Sama seperti Pak Joko Widodo menyiapkan team dalam membuat sebuah mebel yang berkualitas  dan punya model yang menarik di mana dibutuhkan team pembuat mebel yang kompak sebut saja tukang dempul, tukang amplas, tukang pernis, perancang model mebel dan yang penting alat alat harus bisa mendukung kecepatan dalam berproduksi tanpa melupakan estetika yang disukai oleh konsumen serta cara memasarkannya," urai Arief berumpama.

Arief menerangkan, dwelling time akan lebih singkat kalau terjadi sebuah kerja sama yang baik antar lembaga/departemen terkait. Bea Cukai Quarantine, bank, dinas kesehatan bekerja 24jam serta otorita Pelabuhan, Pelindo, operator pandu kapal, operator jasa terminal kemas juga memiliki etos kerja yang sama.

Sistem untuk memperpendek dwelling time memang sudah ada, beber Arief, namun masih tingginya ego sektoral sehingga target waktu singkat yang dituju tidak dapat tercapai.

Terkait Pelabuhan tua Belawan, Arief menjelaskan, sebetulnya sudah over load sehingga butuh pengganti yang didukung juga peralatan lebih canggih. Ini sama halnya, menurut dia, saat dahulu Jokowi memulai usaha mebelnya masih memakan alat serut tradisional dan alat potong kayu tradisional. Praktis, waktu pembuatan mebelnya lebih lama dan produksinya juga kurang optimal.

"Jadi enggak perlu Pak Joko Widodo marah-marah tapi coba bentuk team kerja yang kompak dan satu visi untuk menciptakan dwelling time yang singkat sehingga bisa mengurangi biaya Ekonomi yang tinggi dalam sistem logistik," imbuhnya.[rgu/rmol]





BERITA LAINNYA